Book Now

PERSONAL DETAIL

Salutation *

First Name *

Last Name *

Contact Number *

Email *

 

ACCOMODATION

Type of Room *

Arrival Date *

Departure Date *

Flexible Dates?

No. of Adults *

No. of Children

Children's Age

 

How did you hear about us?

Remarks

 

Bercengkrama Lebih Dekat Dengan Masyarakat Nelayan Maumere di Kampung Wuring

Bercengkrama Lebih Dekat Dengan Masyarakat Nelayan Maumere di Kampung Wuring

Kampung Wuring menjadi primadona wisata sosial budaya di Maumere dengan keramahan masyarakat nelayannya (©CAPA Resort Maumere)

Pesona alam Maumere menyuguhkan pemandangan alam yang menyejukkan mata. Tebing-tebing kokoh seolah menjadi pagar dari lautan yang jernih. Rangkaian pegunungan yang memberikan nuansa hijau dan sedap dipandang membuat kota ini banyak diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selain pesona alamnya yang begitu memukau, Maumere terkenal dengan desa dan penduduknya yang ramah. Sebagian penduduknya bermata pencaharian sebagai penenun dan petani. Namun, letak Maumere yang berdekatan dengan pantai membuat sebagian penduduknya bekerja sebagai nelayan, dan ikan merupakan kuliner wajib yang harus dicoba oleh para wisatawan.

Salah satu kampung dengan penduduknya yang berprofesi sebagai nelayan adalah Wuring. Kampung ini terletak 3 km dari Kota Maumere. Bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke desa ini, sebaiknya pilihlah penginapan yang tak jauh dari desa nelayan ini. CAPA Resort Maumere merupakan sebuah hotel yang letaknya dekat dengan kota wisata apapun, pusat oleh-oleh, hingga Bandara Frans Seda. Para tamu akan dimanjakan dengan fasilitas lengkap, kebersihan hotel terjamin, properti luar biasa hingga infinity pool luas untuk melepas penat. Uniknya, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan laut lepas Maumere dari atas.

Sebelum kembali ke hotel, mengenal lebih dekat masyarakat Kampung Wuring berikut ini, yuk!

Masyarakat Nelayan Yang Ramah ke Semua Turis
Tidak hanya alam indah Maumere yang membuat para turis betah untuk berlibur di tempat ini, tetapi juga penduduknya yang ramah. Warga Kampung Wuring yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan terkenal dengan keramahannya kepada wisatawan. Setiap wisatawan yang datang untuk melihat desa ini akan disambut dengan hangat oleh masyarakat desa, bahkan mereka tak segan untuk mengajak bercengkrama tentang keindahan laut Maumere, hasil panen ikan maupun keadaan lingkungan sekitar. Menyenangkan, bukan?

Uniknya Rumah Panggung Kampung Wuring
Masyarakat nelayan Kampung Wuring menjadikan birunya laut sebagai pekarangan rumah mereka. Ikan-ikan kecil menjadi pemandangan unik kala melihat ke halaman depan rumah. Rumah-rumah masyarakat di Kampung Wuring berbentuk rumah panggung sederhana dengan perahu kecil sebagai alat transportasinya. Masyarakat lokal memang membuat kampung ini berbeda dengan kampung lainnya, sehingga hunian mereka terasa lebih unik dan menarik minat para wisatawan.

Kampung Wuring menjadi primadona wisata sosial budaya di Maumere dengan keramahan masyarakat nelayannya (©CAPA Resort Maumere)

Kampung Wuring menjadi primadona wisata sosial budaya di Maumere dengan keramahan masyarakat nelayannya (©CAPA Resort Maumere)

Kampung Wuring dengan masyarakat nelayannya (©CAPA Resort Maumere)

Mayoritas Dihuni Warga Bajo
Keunikan Kampung Wuring semakin terasa kala mengetahui bahwa penduduk aslinya bukanlah orang Maumere. Penduduk Kampung Wuring adalah Warga Bajo yang berasal dari Sulawesi. Meskipun bukan penduduk asli, Warga Bajo yang mayoritas memeluk Islam selalu menjaga kerukunan antar umat beragama di tengah penduduk Maumere yang mayoritas beragama Katolik. Wisatawan pun dapat merasakan betapa hangatnya toleransi beragama.

Setiap sudut Maumere menyuguhkan cerita yang indah dan mengesankan. Kini, berwisata ke Indonesia Timur, khususnya ke Maumere, tak lagi susah, sebab ada Bandara Frans Seda yang menjadi pintu gerbang udara. Maumere dapat ditempuh dari Kupang hanya 40 menit, sedangkan dari Denpasar 1 jam 40 menit perjalanan saja. Mari bercengkarama dengan para nelayan di Kampung Wuring, traveller! (kln/it/nin/ind)

Komentar anda: