Book Now

PERSONAL DETAIL

Salutation *

First Name *

Last Name *

Contact Number *

Email *

 

ACCOMODATION

Type of Room *

Arrival Date *

Departure Date *

Flexible Dates?

No. of Adults *

No. of Children

Children's Age

 

How did you hear about us?

Remarks

 

Jagung dan Ubi Tumbuh Subur di TMP Maumere

Jagung dan Ubi Tumbuh Subur di TMP Maumere

????????

POS KUPANG.COM – Tanaman jagung yang telah memasuki usia panen dan ubi kayu tumbuh subur di dalam lahan Taman Makam Pahlawan (TMP) Maumere, di sisi barat ruas jalan Maumere-Mbay. Jagung di TMP ditanam warga yang berdomisili tak jauh dari lokasi tersebut. Sekali setahun, mereka menanaman jagung, ubi kayu dan kacang- kacangan.

Lokasi yang terletak di seberang Kali Koliaduk ini tampak subur. Keliling lokasi dipagari tembok sehingga ketika hujan, air tergenang dan menciptakan simpanan air lumayan banyak bagi tanaman. Pantauan Pos Kupang, Senin (27/2/2017) siang, lahan hampir seluas satu hektar ini ditumbuhi jagung yang subur. Buah jagung besar-besar dan daun singkong (ubi kayu) hijau dan segar.

Areal depan TMP juga ditanami jagung dan ubi kayu, nyaris menutup tembok pagar dari pandangan di jalan raya. Kecuali pintu gerbang. TMP yang tampak menjulang tinggi digembok dan sebuah bangunan gedung beratap seng merah tidak terawat ada di dalam TMP itu.Tembok tulisan nama TMP nyaris tutup total oleh tanaman jagung dan ubi kayu.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 1603 Sikka, Letkol (Inf) Abdullah Jamalli, S.IP, mengatakan, lokasi TMP ini masih milik Pemerintah Kabupaten Sikka. Belum diterbitkan surat keputusan (SK) untuk diserahkan kepada Kodim Sikka.

“Belum di SK-kan menjadi TMP secara resmi. Coba cek saja. Hak protokoler ada di Kodim setempat, tapi sampai saat ini belum diserahkan,” kata Jamalli kepada Pos Kupang di Desa Ilin Medo, Kecamatan Waiblama, Senin siang.

Semua daerah, kata Jamalli, seharusnya punya TMP, meski tak semua daerah punya pahlawan. Menurutnya, kategori pahlawan tak harus mati berperang di medan perang, karena tidak semua daerah di Indonesia menjadi medan peperangan, sehingga mereka yang mati di medan perang dimakamkan dalam TMP.

“Semua orang berjasa kepada daerah dalam profesi apapun bisa dimakamkan dalam TMP. Jadi pahlawan tak harus mati karena bertempur, tetapi seseorang yang punya jasa besar bagi wilayah bisa disebut pahlawan, mengapa tidak?” kata Jamalli.

41 Pejuang Rakyat
Kabupaten Belu memiliki satu taman makam pahlawan yang diberi nama TMP Seroja, di Haliwen-Atambua. TMP ini berjarak sekitar 150 meter dari Bandara AA Bere Talo-Atambua. TMP yang diresmikan Gubernur NTT, Herman Musakabe tahun 1994 ini menjadi tempat pemakaman bagi 41 pejuang rakyat, pahlawan tak dikenal sebanyak 13, selebihnya TNI, Polri dan PNS dengan total 64 makam.

Pantauan Pos Kupang, Senin (27/2/2017) sekira pukul 16.00 Wita, gerbang TMP ini terkunci. Tidak ada penjaga di sana, selain satu orang pria yang sedang memotong rumput di dalam TMP untuk pakan ternaknya. Kepada Pos Kupang, pria ini mengaku tidak melihat penjaga TMP. Dia masuk ke dalam area TMP dengan cara memanjat pagar tembok. Di bagian belakang TMP dipenuhi rerumputan. Rumah kecil pada sisi kiri TMP terkunci rapat.

Komandan Kodim 1605 Belu, Letkol Nurhidin Adi Nugroho kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Senin (27/2/2017) mengatakan, TMP Seroja belum ada perhatian memadai. Pihaknya selama ini hanya melakukan pembersihan ringan. “Kalau ada acara baru dilakukan pembersihan. Kondisinya memang memrihatinkan. Menurut aturan pengelolaannya oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Di Ende tercatat 23 pahlawan dimakamkan di TMP yang beralamat di Jalan Gatot Soebroto. Dari 23 makam yang ada tersebut ada 21 yang beragama Kristen dan dua orang beragama Islam. Pantuan Pos Kupang, Senin (27/2/2017) keberadaan TMP tersebut tertata baik. Dengan luas kurang 50 meter dan lebar 20 meter TMP tersebut belum banyak pahlawan yang dimakamkan di situ.

Taman makam tersebut kerap dibersihkan oleh instansi TNI dan Polri di Ende ketika memperingati hari besar kesatuan masing-masing, seperti yang baru-baru ini dilakukan oleh anggota Kodim Ende dalam rangka menyambut HUT Korem 161 Wirasakti-Kupang. Meskipun tidak ada penjaga TMP tersebut, namun tidak semua orang bisa masuk ke dalamnya karena terkunci dari dalam. Taman makan pahlawan di Kota Ende dikelilingi tembok tinggi sehingga aman. (ius/roy/rom)

Komentar anda: